Namun yang pasti,dari arah penumpang itulah tiba tiba meloncat keluar seekor ular besar berwarna hijau total,dengan mulut menganga lebar tampak hendak mencaplok kepala penulis.
Makhluk ular tersebut terlihat hanya beberapa detik saja,karena seketika lenyap dan tidak terlihat lagi dari pandangan. Penulis sendiri tidak mengetahui secara pasti,kemana perginya makhluk tersebut. Karena hilangnya,sama seperti lenyapnya api yang disembur minyak tanah pada permainan sempor atau obor.
Maka demikianlah,setelah kendaraan dokar semakin menjauh,penulis segera bertanya kepada teman. "Gieh....miki ana ula arep nyaplok endasku,kowe weruh apa ora..?? ,temenan aku ora nglombo..!!" Atau "Nich...barusan ada ular hendak mencaplok kepalaku,kamu lihat tidak..?? ,sungguh aku tidak sedang berbohong...!!"
Namun teman seusia menyatakan,bahwa dirinya tidak melihat sesuatu sebagaimana yang telah penulis ceritakan barusan. Padahal bersama kami ,ada dua orang ibu yang sedang menggendong putra kecil mereka. Dan sepertinya mereka juga tidak melihatnya,karena ternyata diam saja atau tidak ada respon maupun reaksi apapun.
Diinformasikan bahwa wujud ular tersebut tampak transparan,seperti asap. Anda dapat melihatnya,namun tembus pandang.
Kemungkinan lain bahwa ular tersebut adalah penghuni benda pusaka atau jimat. Karena terbukti bisa dibawa bawa.
Atau kemungkinan lain lagi adalah makhluk piaraan dari pemilik bioskop,yang mungkin juga merupakan seorang penganut atau memiliki ilmu pesugihan yang disebut dengan ngipri ular. Wallohualam....
Tambahan informasi lagi,penulis masih ingat bahwa kertas selebaran tersebut bukan berwarna merah,hitam,maupun warna yang lain. Namun tercetak tinta dengan warna biru muda.
Sebagai pemilik makhluk ghaib,tentu berusaha sebisa mungkin agar tidak terlihat oleh siapapun. Namun sepertinya sang pemilik sedang tidak beruntung / apes. Karena makhluk piaraannya sempat terlihat oleh orang lain.
Masih mendingan karena yang sempat melihatnya adalah anak kecil dan berjarak sejauh kira kira 3km dari rumahnya,
Akan lain cerita bila hal itu terjadi kepada tetangga dekatnya,maka sudah barang tentu bisa menjadi bahan pergunjingan. Lalu akan diketahui,bahwa dirinya memiliki makhluk ghaib piaraan. dan tentu sang pemilik akan malu karenanya.
Atau justru sebaliknya,si pemilik merasa bangga karena terkesan hebat,sehingga orang lain merasa takut lalu menjadi hormat kepadanya..?? Ah...,penulis tidak mengetahui secara pasti.
Ketika melihat ular tersebut,kemungkinan lain adalah penulis hendak dijadikan tumbal. Namun bila demikian kesimpulannya,maka kemungkinannya akan gagal. Sebab bila penulis pingsan,tentu masih banyak orang yang akan menolong.
Oh ya,penulis dapat melihat makhluk ular tersebut bukan karena memiliki indera keenam. Bukan anak yang mempunyai jimat,bukan pula seorang anak yang berasal dari keturunan orang tua yang menganut berbagai ilmu mistis seperti diatas. Karena dari dulu hingga kini,baru satu kali itu saja melihat hal ghaib. Penglihatan penulis pada ular ghaib tersebut,kemungkinan terjadi karena faktor kebetulan semata.
Ketika melihatnya,pandangan penulis segera terfokus kepada mulut dan tubuh dari ular tersebut.Namun untuk ekornya,maka penulis tidak melihatnya. Dan ketika terbuka,penulis sampai dapat melihat dinding langit dari mulut ular,yang kurang lebih sama dengan warna langit langit mulut kita pada umumnya.
Namun penulis tidak melihat jajaran gigi padanya,dan tidak pula terlihat lidahnya. Sebagaimana ular biasa pada umumnya,yang selalu menjulur julurkan lidahnya.
Para pembaca mungkin ada yang bertanya mengenai ukuran besar dari ular ghaib. Jadi dalam pandangan penulis waktu itu adalah bahwa,makhluk tersebut tidak seperti kepala viper maupun ular jenis kobra. Yang apabila dalam keadaan marah atau sedang mengancam,lantas melebarkan lehernya.
Namun dalam pandangan penulis waktu itu adalah,tampang muka dari ghaib tersebut lebih mirip kepada ular boa ataupun jenis phyton. Sebagaimana yang telah biasa kita saksikan di layar kaca televisi,dan ukurannyapun kira kira sebesar keduanya.
Pada saat itu,penulis berada di sebelah kanan jalan,bila dilihat oleh kusir. Adapun posisi dokar adalah dari depan kiri,yang melaju ke arah depan sebelah kanan dari posisi penulis,dan bukan sebaliknya. Atau berasal dari utara yang berjalan menuju ke arah sebelah selatan.
Diatas dokar terdapat tiga orang penumpang,yaitu satu orang kusir. Lalu seorang penumpang berada di sudut belakang sebelah kiri,yang menghadap ke arah penulis. Dan sepertinya orang inilah yang memegang mikropon.Dugaan penulis bahwa orang tersebut adalah anak buah ataupun karyawan dari pemilik bioskop. Yang bertugas cuap cuap mengumumkan film kepada masyarakat melalui corong.
Adapun posisi penumpang satu lagi,berada sekitar 1m di belakang kusir.Dengan posisi duduk sebelah kanan dan membelakangi penulis. Kemungkinan orang ini merupakan pemilik dari bioskop tersebut. Karena posisi buritan ular berada di belakang sais/kusir dan penumpang yang kedua ini.
Sedangkan posisi penulis pada waktu itu adalah berdiri paling sebelah kanan. Sementara teman seusia berada 1m di sebelah kiri. Adapun dua orang ibu tersebut berada 2m ke sebelah kiri lagi dari penulis.
Sedangkan ghaib tersebut,posisinya berada di sebelah kanan atas depan dari penulis. Jarak antara mulut ular dengan kepala ini sekitar 1m.
Dan seingat penulis adalah bahwa sebelum mulutnya terbuka secara penuh,atau baru separuhnya saja,kedua pasang mata kami (penulis dan ular tersebut) saling bertatap,yang artinya saling dapat melihat.
Namun penulis lupa,apakah melihat tubuh dari ghaib tersebut terlebih dahulu,lalu kemudian melihat mulutnya. Ataupun justru sebaliknya,maka penulis sudah tidak dapat mengingatnya lagi.
Dalam pandangan penulis waktu itu bahwa,ular tersebut tidak terlihat proses dari kecil,yang kemudian berangsur membesar. Melainkan dari samar,yang kemudian terlihat semakin jelas dan langsung tampak besar. Dan sedang dalam proses membuka mulut secara penuh sambil mendekat ke kepala ini.
Adapun yang terlihat waktu itu hanya kira kira 1/3 bagian depannya saja. Adapun 2/3nya,yaitu tubuh bagian tengah dan belakang dari ular tersebut seperti terpotong,tertekuk,atau berbelok entah ke sebelah mana,tidak mengetahui secara pasti. Karena bagian ekornya jelas tidak terlihat oleh penulis.
Meloncatnya ghaib tersebut dalam arti melayang atau mengambang dengan ketinggian sekitar 1.5m diatas permukaan tanah. Adapun perasaan ini tidak ada ketakutan,namun hanya sedikit terkejut dan merasa agak aneh,ketika melihat ular tersebut waktu itu.
Tidak halus dan mulus seperti kita. Namun kulit tubuh dari ular tersebut tampak terlihat berupa sisik,sebagaimana ular biasa pada umumnya. Dan sekali lagi penulis tegaskan bahwa,sisik dari ular tersebut berwarna hijau daun muda secara menyeluruh. Dalam arti tidak ada belang sama sekali/apapun.
Dalam melihat ghaib tersebut,penulis sepenuhnya memakai mata telanjang. Dan bukan menggunakan hal lain semisal mata batin,indera keenam,atau apapun namanya,yang justru tidak paham dan tidak mengerti. Karena dari dulu hingga kini,penulis tidak pernah dan tidak tertarik untuk mempelajari hal klenik jenis apapun. Naudzubillah....!!!
Oleh karena itu,maka hampir bisa dipastikan bahwa,para pembaca sekalian juga ada kemungkinan dapat melihat ghaib,seperti yang terjadi pada diri penulis.
Namun masalahnya tidak tahu secara pasti,apa yang menyebabkan seseorang dapat melihat hal tersebut. Salah satunya mungkin karena kebetulan,atau faktor sang makhluk sedang ingin menampakkan diri.Selain itu maka penulis tidak mengetahuinya. Bahkan bila para pembaca mengunjungi tempat angker sekalipun,belum tentu melihat ghaib.
Perasaan ini sebenarnya tidak sangat tertarik melihat ular tersebut. Namun waktu itu justru berpikir,menyesal dan agak kecewa karena kertasnya sedang tidak disebar,sehingga batal mendapatkannya.
Penulis merasa sedikit lebih beruntung dengan melihat penampakan ghaib tersebut,sehingga dapat berbagi cerita. Dibanding para pembaca sekalian yang hanya dapat penasaran saja,karena belum pernah melihat hal tersebut.
Sebab ada orang yang berusaha sebisa mungkin ingin melihat ghaib. Namun ada juga orang yang tidak percaya tentang keberadaannya. Adapun pada hal sedemikian itu,maka diserahkan kepada keyakinan masing masing saja.
Tetapi apabila sedang tidak beruntung atas penglihatan tersebut,maka bisa saja menjadi bumerang,bila waktu itu penulis dimangsa dan hendak dijadikan tumbal pesugihan. Wallohualam...
Oh ya ada yang tercecer,yaitu tentang pernyataan bahwa,setiap orang ada kemungkinan dapat melihat ghaib. Namun masalahnya tidak diketahui secara pasti,apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terlihat oleh mata.
Kasusnya mungkin hampir mirip dengan hadiah undian ataupun lotre.
Pada dasarnya setiap orang memiliki kesempatan yang sama dan ada kemungkinan untuk memenangkan hadiah undian atau lotre. Namun hanya beberapa orang saja yang benar benar mendapatkan atau memenangkannya.
Mungkin 1:1000 Jadi pada setiap seribu,hanya akan ada satu orang saja yang benar benar memenangkan hadiah undian atau lotre tersebut. Adapun selebihnya,yang artinya sekitar 999 orang tidak mendapatkannya. Meskipun sebenarnya ada kemungkinan dan memiliki kesempatan yang sama untuk menang.
Demikian pula dalam hal ghaib. Memang benar bahwa setiap orang ada kemungkinan dan mempunyai kesempatan yang sama,namun hanya beberapa orang saja yang benar benar telah melihatnya.
Yang artinya bahwa,kemungkinan pada setiap seribu orang,hanya terdapat satu orang saja,yang benar benar telah melihat ghaib. Itu artinya,sekitar 999 orang belum pernah melihatnya
Jadi jelas,bahwa pada diri setiap orang memiliki kesempatan yang sama,dan ada kemungkinan dapat melihat hal tersebut. Namun hanya beberapa orang saja,yang benar benar telah melihatnya. Adapun selebihnya,atau kebanyakan orang belum pernah melihat.
Jadi bukan sama sekali tidak dapat terlihat. Namun ghaib atau jin tersebut,adalah suatu hal ataupun makhluk,yang sangat sangat langka dan atau jarang sekali terlihat oleh mata telanjang kita pada umumnya. Demikian kira kira gambaran sederhananya.
Bila anda seorang pemasang atau orang yang turut andil dalam undian tersebut. Maka akan memiliki kesempatan atau ada kemungkinan yang sama dengan para pemasang lain,untuk memperoleh atau memenangkan lotre tersebut.
Tetapi bila bukan seorang pemasang,maka anda tidak ada kesempatan untuk memenangkannya.
Hal demikian berbeda dengan ghaib.
Bila percaya ada ghaib,maka anda ada kemungkinan dapat melihatnya.
Demikian pula,meskipun tidak mempercayai tentang keberadaan ghaib atau jin tersebut. Maka tetap,anda memiliki kesempatan yang sama dengan/seperti orang yang meyakini keberadaannya. Dan ada kemungkinan pula dapat melihatnya.
Jadi,untuk dapat melihat hal ghaib,anda tidak perlu harus mempercayai tentang keberadaannya terlebih dahulu.
Meskipun anda mengingkari keberadaannya,bila sedang kebetulan,atau ghaib tersebut sedang menampakkan diri. Maka tetap,anda ada kemungkinan dapat melihatnya. Demikian.
Kalau sudah demikian, penulis jadi ingat salah satu ayat didalam sebuah kitab suci.
"Laqod kholaqnal insaana fii ahsani taqwiim" atau. "Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam wujud yang paling bagus" (qs.95/04).
Lalu apakah sang pemilik bioskop mau, jika harus kawin dengan ular ghaib, bila tidak digelontor oleh materi yang banyak..??
Ha ha, tentu saja manusia siapapun akan menolak keras. Bila harus kawin dengan makhluk bertampang naudzubillah. Namun tanpa disertai dengan imbalan yang sepadan.
Walaupun bila akan berhubungan badan, makhluk ghaib tersebut akan berubah wujud menjadi seorang wanita yang cantik jelita
Karena sebelumnya telah mengetahui, bahwa pasangannya adalah benar benar berwujud ular.
Bila berbicara mengenai manusia yang bersentuhan dengan makhluk ghaib atau jin. Penulis jadi ingat ada salah satu ayat yang artinya begini.
"Di dalam surga itu ada bidadari bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni surga), dan tidak pula oleh jin." (QS.55/56).
Apa? Bidadari disentuh/digauli oleh jin..??
Dan berdasar ayat diatas, apakah seorang manusia bisa juga menggauli ataupun digauli oleh jin..??
Bagaimana menurut anda...?? ------------------------------ .
Penulis akan kutip lagi ayat, yang berbunyi sebagai berikut :
"Walloohu jaala lakum min anfusikum azwaajan....." qs.16 (72)
Artine "Allah menjadikan untukmu istri istri dari jenis kamu sendiri (sesama manusia)...."
Ayat diatas menjelaskan bahwa istri atau pasangan hidup kita adalah sesama bangsa manusia.
Bila hidup di zaman dahulu kala, dan mengetahui ayat seperti diatas, tentu penulis memiliki komentar.
" Ya iyalah, gak usah diomongin, tidak perlu ngajarin, semua orang juga mengetahui hal itu. Bahwa manusia, sudah pasti kawin dengan sesama manusia. Lalu apa istimewanya ayat quran yang berbunyi seperti itu...??"
Dan penulis tentu akan bertanya.
"Hai Muhammad, emangnya ada manusia yang kawin bukan dengan sesama manusia...??"
Misalnya dengan binatang..?? Kawin dengan tembok...?? Kawin dengan menara...?? Kawin dengan jembatan...?? Kawin dengan gedung atau bangunan...?? Atau mungkin, adakah manusia yang kawin dengan demit...??
Bila dicecar dengan berbagai pertanyaan seperti diatas, maka sudah tentu Muhammad akan gelagapan, dan tidak mungkin akan mampu menjawab. Karena dirinya sama sekali tidak memiliki bukti kongkrit.
"Lalu bagaimana menurut pendapat para pembaca sekalian, yang hidup pada abad millenium ini, mengenai berbagai pertanyaan seperti diatas. Apakah telah diketemukan jawaban atau bukti faktanya...??"
Silakan simpulkan masing masing saja lagi ya....!!
Atau barangkali ada yang mau membandingkan dengan ayat yang berbunyi sebagai berikut.
"-GAJAH...!! -Tahukah kamu apa itu gajah...?? -Yaitu binatang yang bertubuh tambun. -Ia mempunyai daun telinga yang lebar seperti kipas. -Serta memiliki kaki berjumlah empat. -Juga mempunyai belalai yang panjang. dst"
Alkisah Dalam menyebarkan agamanya, Muhammad sering mendapat halangan ataupun penolakan dari kaumnya.
Dari secara halus, sampai dengan cara yang kasar. Dari sekedar sindiran hingga caci maki, atau bahkan sampai diludahi. Dan mulai dari intimidasi, sampai pelaksanaan eksekusi.
Tapi untuk kali ini, tidak akan membahas lebih lanjut mengenai hal hal yang sadis (maaf).
Penulis hanya akan mengungkap bahwa.
Untuk mengimbangi berbagai suroh yang diucapkan oleh Muhammad. Konon musuhnya sempat juga membuat ayat.
Salah satunya berbunyi, yang arti atau maksudnya kurang lebih seperti ini.
"-GAJAH...!! -Tahukah kamu apa itu gajah...?? -Yaitu binatang yang bertubuh tambun. -Ia mempunyai daun telinga yang lebar seperti kipas. -Serta memiliki kaki berjumlah empat. -Juga mempunyai belalai yang panjang. dst"
Bila membaca ayat tandingan seperti diatas, maka penulis memiliki komentar juga.
"Kata kata seperti itu, tidak usah repot repot dijadikan sebagai ayat suci suci. Juga tidak perlu menggurui aku. Ungkapan seperti itu, hanya pantas untuk ngajari anak anak PAUD. Itu baru bisa dibilang cucok...!!"
KETERANGAN : Suroh GAJAH diatas adalah ayat tandingan, untuk mengimbangi salah satu surat didalam alquran. Yaitu surat alfiil, yang berbunyi sebagai berikut.
1.Alam taro kaefa faala robbuka bi ashhaabil fiil. 2.Alam yajal kaedahum fii tadhliil. 3.Wa arsala alaihim thoeron abaabiil. 4.Tarmiihim bi hijaarotin min sijjiil. 5.Fa jaalahum ka ashfim makuul.QS(105).
Artinya 1.Tidakkah kau lihat, bagaimana yang telah dilakukan oleh Tuhanmu terhadap tentara bergajah...?? 2.Bukankah Dia menjadikan siasat mereka (untuk menghancurkan kabah) telah gagal..!! 3.Itu karena Dia telah mengirim burung ababil. 4.Yang kemudian melempari mereka dengan batu yang terbakar. 5.Lalu menjadikan mereka (tentara abrahah) seperti daun yang termakan (meranggas).
Barangkali ada sebagian orang yang menganggap, bahwa membuat ayat suci, adalah suatu perkara yang mudah saja. Tanpa harus disertai dengan keilmuan sama sekali...??
. . . . . . NB Admin hanya bercerita sesuai dengan yang dialami,Namun tidak menduga,akankah terkait dengan satu hadits.
Juga tidak terpikirkan sebelumnya,apakah kisah diatas akan ada hubungan atau tidak,dengan larangan masyarakat tertentu.
Pada mulanya sempat kecele,maksud Admin pernah tertipu info. Yang menyebut bahwa,agar mendapat ilmu pesugihan ular,maka harus pergi ke pantai utara jawa.
Lalu naik perahu kecil untuk menuju ke sebuah pulau, Dan di pulau itulah,si pemohon harus menjalani berbagai prosesi ritual.
Demikian bunyi satu kabar yang pernah Admin baca.
Tapi sesudah ditelusuri lebih lanjut,ternyata berita diatas tidak klop,serta tidak ada informasi lain yang mendukung.
Sepertinya si penulis telah dengan sengaja memberi kabar yang keliru. .
. Pernahkah anda mendengar kabar atau mengetahui,dari berbagai pemberitaan,bahwa ada hukum tidak tertulis.
Yang apabila disebut,maka akan berbunyi kira kira seperti ini.
"DEMI MENJAGA KESELAMATAN ANDA,DILARANG MENGENAKAN PAKAIAN BERWARNA HIJAU...!!"
Yang jadi pertanyaan,dimana ada antisipasi unik semacam itu...??
Benar sekali,itu adalah aturan yang dikeluarkan oleh masyarakat,bila sedang berkunjung. Atau terlebih lagi anda ingin berenang di pesisir pantai selatan jawa.
Sekilas hukum seperti itu terkesan sangat aneh,dan seolah olah cuma mengada ada.
Sebab banyak sekali alasan serta simpang siur informasi,tapi kurang didukung oleh data akurat.
Dan untuk kali ini,Admin coba mengkoneksi serta mengurai,alasan dibalik adanya pelarangan tersebut. .
. Tapi agar nyambung dan lebih sempurna,sebelumnya Admin akan mengawali dengan suatu cerita,yang sudah ada dari sejak jaman dahulu kala.
Yang mana menurut pendapat Admin,kisah tersebut sepertinya memerlukan durasi yang panjang. Serta jangka waktu yang lama.
Juga pada ujungnya melibatkan banyak personal,Ulangi. Maksud Admin,kasus demikian pada akhirnya melibatkan banyak oknum.
Diantaranya satu pemimpin Malaikat beserta jajarannya,yaitu para Malaikat lainnya.
Juga akhirnya melibatkan iblis bersama kelompoknya,yaitu dari golongan jin.
Tapi kejadian yang telah disebut dalam kitab suci ada kemungkinan disingkat. Baik durasinya ataupun siapa siapa yang terlibat di dalamnya (ini logika Admin saja).
------
Seperti yang sudah kita ketahui bersama,bahwa dalam berbagai kitab,telah tertulis.
Ketika Allah menciptakan Adam,lalu memerintahkan kepada para Malaikat. .
. Maka serta merta mereka tersungkur bersujud kepada adam,kecuali iblis,yang enggan/menolak. Karena dirinya merasa lebih mulia dibanding adam,yang hanya tercipta dari tanah.
Dan akibatnya ialah,iblis diusir keluar dari surga.
Karena dendam,dengan dibantu oleh teman sebangsanya,yaitu si setan. Iblis berusaha sebisa mungkin untuk menyesatkan.
Yang pada akhirnya berhasil menipu ayah adam sekaligus ibu hawa,agar melanggar larangan Allah.
Admin kutip saja artinya sebagai berikut.
"Dan keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu,dikeluarkan dari keadaan sebelumnya,lalu kami berfirman "Turunlah kamu...!!,sebagian kamu (setan) menjadi musuh bagi yang lain (manusia), dan untuk kamu berdua ada tempat kediaman di bumi beserta kesenangan hidup,sampai pada batas waktu tertentu...!!" QS.02/36.
Sesudah turun ke bumi,iblis segera membangun istana diatas air. Mungkin letaknya berada di sekitar kawasan segitiga bermuda. .
Namun yang pasti,dari arah penumpang itulah tiba tiba meloncat keluar seekor ular besar berwarna hijau total,dengan mulut menganga lebar tampak hendak mencaplok kepala penulis.
BalasHapusMakhluk ular tersebut terlihat hanya beberapa detik saja,karena seketika lenyap dan tidak terlihat lagi dari pandangan.
Penulis sendiri tidak mengetahui secara pasti,kemana perginya makhluk tersebut.
Karena hilangnya,sama seperti lenyapnya api yang disembur minyak tanah pada permainan sempor atau obor.
Maka demikianlah,setelah kendaraan dokar semakin menjauh,penulis segera bertanya kepada teman.
"Gieh....miki ana ula arep nyaplok endasku,kowe weruh apa ora..?? ,temenan aku ora nglombo..!!" Atau
"Nich...barusan ada ular hendak mencaplok kepalaku,kamu lihat tidak..?? ,sungguh aku tidak sedang berbohong...!!"
Namun teman seusia menyatakan,bahwa dirinya tidak melihat sesuatu sebagaimana yang telah penulis ceritakan barusan.
BalasHapusPadahal bersama kami ,ada dua orang ibu yang sedang menggendong putra kecil mereka.
Dan sepertinya mereka juga tidak melihatnya,karena ternyata diam saja atau tidak ada respon maupun reaksi apapun.
Diinformasikan bahwa wujud ular tersebut tampak transparan,seperti asap.
Anda dapat melihatnya,namun tembus pandang.
Kemungkinan lain bahwa ular tersebut adalah penghuni benda pusaka atau jimat.
Karena terbukti bisa dibawa bawa.
Atau kemungkinan lain lagi adalah makhluk piaraan dari pemilik bioskop,yang mungkin juga merupakan seorang penganut atau memiliki ilmu pesugihan yang disebut dengan ngipri ular.
Wallohualam....
Tambahan informasi lagi,penulis masih ingat bahwa kertas selebaran tersebut bukan berwarna merah,hitam,maupun warna yang lain.
Namun tercetak tinta dengan warna biru muda.
Sebagai pemilik makhluk ghaib,tentu berusaha sebisa mungkin agar tidak terlihat oleh siapapun.
BalasHapusNamun sepertinya sang pemilik sedang tidak beruntung / apes.
Karena makhluk piaraannya sempat terlihat oleh orang lain.
Masih mendingan karena yang sempat melihatnya adalah anak kecil dan berjarak sejauh kira kira 3km dari rumahnya,
Akan lain cerita bila hal itu terjadi kepada tetangga dekatnya,maka sudah barang tentu bisa menjadi bahan pergunjingan.
Lalu akan diketahui,bahwa dirinya memiliki makhluk ghaib piaraan.
dan tentu sang pemilik akan malu karenanya.
Atau justru sebaliknya,si pemilik merasa bangga karena terkesan hebat,sehingga orang lain merasa takut lalu menjadi hormat kepadanya..??
BalasHapusAh...,penulis tidak mengetahui secara pasti.
Ketika melihat ular tersebut,kemungkinan lain adalah penulis hendak dijadikan tumbal.
Namun bila demikian kesimpulannya,maka kemungkinannya akan gagal.
Sebab bila penulis pingsan,tentu masih banyak orang yang akan menolong.
Oh ya,penulis dapat melihat makhluk ular tersebut bukan karena memiliki indera keenam.
Bukan anak yang mempunyai jimat,bukan pula seorang anak yang berasal dari keturunan orang tua yang menganut berbagai ilmu mistis seperti diatas.
Karena dari dulu hingga kini,baru satu kali itu saja melihat hal ghaib.
Penglihatan penulis pada ular ghaib tersebut,kemungkinan terjadi karena faktor kebetulan semata.
Ketika melihatnya,pandangan penulis segera terfokus kepada mulut dan tubuh dari ular tersebut.Namun untuk ekornya,maka penulis tidak melihatnya.
BalasHapusDan ketika terbuka,penulis sampai dapat melihat dinding langit dari mulut ular,yang kurang lebih sama dengan warna langit langit mulut kita pada umumnya.
Namun penulis tidak melihat jajaran gigi padanya,dan tidak pula terlihat lidahnya.
Sebagaimana ular biasa pada umumnya,yang selalu menjulur julurkan lidahnya.
Para pembaca mungkin ada yang bertanya mengenai ukuran besar dari ular ghaib.
Jadi dalam pandangan penulis waktu itu adalah bahwa,makhluk tersebut tidak seperti kepala viper maupun ular jenis kobra.
Yang apabila dalam keadaan marah atau sedang mengancam,lantas melebarkan lehernya.
Namun dalam pandangan penulis waktu itu adalah,tampang muka dari ghaib tersebut lebih mirip kepada ular boa ataupun jenis phyton.
Sebagaimana yang telah biasa kita saksikan di layar kaca televisi,dan ukurannyapun kira kira sebesar keduanya.
Pada saat itu,penulis berada di sebelah kanan jalan,bila dilihat oleh kusir.
BalasHapusAdapun posisi dokar adalah dari depan kiri,yang melaju ke arah depan sebelah kanan dari posisi penulis,dan bukan sebaliknya.
Atau berasal dari utara yang berjalan menuju ke arah sebelah selatan.
Diatas dokar terdapat tiga orang penumpang,yaitu satu orang kusir.
Lalu seorang penumpang berada di sudut belakang sebelah kiri,yang menghadap ke arah penulis.
Dan sepertinya orang inilah yang memegang mikropon.Dugaan penulis bahwa orang tersebut adalah anak buah ataupun karyawan dari pemilik bioskop.
Yang bertugas cuap cuap mengumumkan film kepada masyarakat melalui corong.
Adapun posisi penumpang satu lagi,berada sekitar 1m di belakang kusir.Dengan posisi duduk sebelah kanan dan membelakangi penulis.
Kemungkinan orang ini merupakan pemilik dari bioskop tersebut.
Karena posisi buritan ular berada di belakang sais/kusir dan penumpang yang kedua ini.
Sedangkan posisi penulis pada waktu itu adalah berdiri paling sebelah kanan.
Sementara teman seusia berada 1m di sebelah kiri.
Adapun dua orang ibu tersebut berada 2m ke sebelah kiri lagi dari penulis.
Sedangkan ghaib tersebut,posisinya berada di sebelah kanan atas depan dari penulis.
BalasHapusJarak antara mulut ular dengan kepala ini sekitar 1m.
Dan seingat penulis adalah bahwa sebelum mulutnya terbuka secara penuh,atau baru separuhnya saja,kedua pasang mata kami (penulis dan ular tersebut) saling bertatap,yang artinya saling dapat melihat.
Namun penulis lupa,apakah melihat tubuh dari ghaib tersebut terlebih dahulu,lalu kemudian melihat mulutnya.
Ataupun justru sebaliknya,maka penulis sudah tidak dapat mengingatnya lagi.
Dalam pandangan penulis waktu itu bahwa,ular tersebut tidak terlihat proses dari kecil,yang kemudian berangsur membesar.
Melainkan dari samar,yang kemudian terlihat semakin jelas dan langsung tampak besar.
Dan sedang dalam proses membuka mulut secara penuh sambil mendekat ke kepala ini.
Adapun yang terlihat waktu itu hanya kira kira 1/3 bagian depannya saja.
Adapun 2/3nya,yaitu tubuh bagian tengah dan belakang dari ular tersebut seperti terpotong,tertekuk,atau berbelok entah ke sebelah mana,tidak mengetahui secara pasti.
Karena bagian ekornya jelas tidak terlihat oleh penulis.
Meloncatnya ghaib tersebut dalam arti melayang atau mengambang dengan ketinggian sekitar 1.5m diatas permukaan tanah.
Adapun perasaan ini tidak ada ketakutan,namun hanya sedikit terkejut dan merasa agak aneh,ketika melihat ular tersebut waktu itu.
Tidak halus dan mulus seperti kita.
BalasHapusNamun kulit tubuh dari ular tersebut tampak terlihat berupa sisik,sebagaimana ular biasa pada umumnya.
Dan sekali lagi penulis tegaskan bahwa,sisik dari ular tersebut berwarna hijau daun muda secara menyeluruh.
Dalam arti tidak ada belang sama sekali/apapun.
Dalam melihat ghaib tersebut,penulis sepenuhnya memakai mata telanjang.
Dan bukan menggunakan hal lain semisal mata batin,indera keenam,atau apapun namanya,yang justru tidak paham dan tidak mengerti.
Karena dari dulu hingga kini,penulis tidak pernah dan tidak tertarik untuk mempelajari hal klenik jenis apapun.
Naudzubillah....!!!
Oleh karena itu,maka hampir bisa dipastikan bahwa,para pembaca sekalian juga ada kemungkinan dapat melihat ghaib,seperti yang terjadi pada diri penulis.
Namun masalahnya tidak tahu secara pasti,apa yang menyebabkan seseorang dapat melihat hal tersebut.
Salah satunya mungkin karena kebetulan,atau faktor sang makhluk sedang ingin menampakkan diri.Selain itu maka penulis tidak mengetahuinya.
Bahkan bila para pembaca mengunjungi tempat angker sekalipun,belum tentu melihat ghaib.
Perasaan ini sebenarnya tidak sangat tertarik melihat ular tersebut.
BalasHapusNamun waktu itu justru berpikir,menyesal dan agak kecewa karena kertasnya sedang tidak disebar,sehingga batal mendapatkannya.
Penulis merasa sedikit lebih beruntung dengan melihat penampakan ghaib tersebut,sehingga dapat berbagi cerita.
Dibanding para pembaca sekalian yang hanya dapat penasaran saja,karena belum pernah melihat hal tersebut.
Sebab ada orang yang berusaha sebisa mungkin ingin melihat ghaib.
Namun ada juga orang yang tidak percaya tentang keberadaannya.
Adapun pada hal sedemikian itu,maka diserahkan kepada keyakinan masing masing saja.
Tetapi apabila sedang tidak beruntung atas penglihatan tersebut,maka bisa saja menjadi bumerang,bila waktu itu penulis dimangsa dan hendak dijadikan tumbal pesugihan.
Wallohualam...
Oh ya ada yang tercecer,yaitu tentang pernyataan bahwa,setiap orang ada kemungkinan dapat melihat ghaib.
BalasHapusNamun masalahnya tidak diketahui secara pasti,apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terlihat oleh mata.
Kasusnya mungkin hampir mirip dengan hadiah undian ataupun lotre.
Pada dasarnya setiap orang memiliki kesempatan yang sama dan ada kemungkinan untuk memenangkan hadiah undian atau lotre.
Namun hanya beberapa orang saja yang benar benar mendapatkan atau memenangkannya.
Mungkin 1:1000
Jadi pada setiap seribu,hanya akan ada satu orang saja yang benar benar memenangkan hadiah undian atau lotre tersebut.
Adapun selebihnya,yang artinya sekitar 999 orang tidak mendapatkannya.
Meskipun sebenarnya ada kemungkinan dan memiliki kesempatan yang sama untuk menang.
Demikian pula dalam hal ghaib.
BalasHapusMemang benar bahwa setiap orang ada kemungkinan dan mempunyai kesempatan yang sama,namun hanya beberapa orang saja yang benar benar telah melihatnya.
Yang artinya bahwa,kemungkinan pada setiap seribu orang,hanya terdapat satu orang saja,yang benar benar telah melihat ghaib.
Itu artinya,sekitar 999 orang belum pernah melihatnya
Jadi jelas,bahwa pada diri setiap orang memiliki kesempatan yang sama,dan ada kemungkinan dapat melihat hal tersebut.
Namun hanya beberapa orang saja,yang benar benar telah melihatnya.
Adapun selebihnya,atau kebanyakan orang belum pernah melihat.
Jadi bukan sama sekali tidak dapat terlihat.
Namun ghaib atau jin tersebut,adalah suatu hal ataupun makhluk,yang sangat sangat langka dan atau jarang sekali terlihat oleh mata telanjang kita pada umumnya.
Demikian kira kira gambaran sederhananya.
Namun ada juga perbedaan antara lotre dan ghaib.
BalasHapusBila anda seorang pemasang atau orang yang turut andil dalam undian tersebut.
Maka akan memiliki kesempatan atau ada kemungkinan yang sama dengan para pemasang lain,untuk memperoleh atau memenangkan lotre tersebut.
Tetapi bila bukan seorang pemasang,maka anda tidak ada kesempatan untuk memenangkannya.
Hal demikian berbeda dengan ghaib.
Bila percaya ada ghaib,maka anda ada kemungkinan dapat melihatnya.
Demikian pula,meskipun tidak mempercayai tentang keberadaan ghaib atau jin tersebut.
Maka tetap,anda memiliki kesempatan yang sama dengan/seperti orang yang meyakini keberadaannya.
Dan ada kemungkinan pula dapat melihatnya.
Jadi,untuk dapat melihat hal ghaib,anda tidak perlu harus mempercayai tentang keberadaannya terlebih dahulu.
Meskipun anda mengingkari keberadaannya,bila sedang kebetulan,atau ghaib tersebut sedang menampakkan diri.
Maka tetap,anda ada kemungkinan dapat melihatnya.
Demikian.
.
BalasHapusOh ya, ada tambahan Informasi lagi.
Penulis pernah bilang bahwa, ular ghaib diatas adalah merupakan makhluk piaraan dari pemilik bioskop.
Namun setelah merenung, berdasar pemikiran, dan berbagai pertimbangan.
Maka penulis kali ini memiliki kesimpulan bahwa.
Ular ghaib diatas adalah merupakan ISTRI dari pemilik bioskop.
Hah istri..??
Serius nich..??
Kapan menikah..??
Bagaimana cara ijab qabul..??
Bagaimana resepsinya..??
Apa mungkin mereka bisa berhubungan badan...??
Begitu kira kira berbagai pertanyaan dan keraguan kita sebagai manusia.
Namun bagi jin, mereka telah benar benar menikah di alam ghaibnya.
Dan tentu telah sah pula sebagai pasangan suami istri.
Tentu sang pemilik bioskop sangat menyadari dan memahami hal itu.
Dalam arti, mengakui bahwa dirinya adalah suami dari si ular ghaib.
Demikian pula si pemilik bioskop tahu bahwa, jin ular tersebut adalah istrinya.
Kalau demikian, apakah berarti ular ghaib tersebut memiliki gender perempuan..??
BalasHapusBenar sekali, sangat dimungkinkan bahwa jin ular tersebut berjenis kelamin perempuan.
Lalu apa untungnya, bila ular ghaib tersebut mau kawin dengan bangsa manusia..??
Pertanyaan diatas akan sama seperti pertanyaan.
Mengapa kamu mancari suami yang ganteng..?? Atau
Mengapa anda memilih calon istri yang cantik...??
Dan coba anda pikir kembali, bukankah mereka sangat buruk..??
Yaitu bertampang ular..??
Anda semua bisa bandingkan dengan wujud manusia yang demikian sempurna, indah, cantik, dan ganteng.
Secara logika, tentu mereka (makhluk ghaib) akan sangat tertarik dengan dengan wujud manusia yang bagus sekali bukan..??
Kalau sudah demikian, penulis jadi ingat salah satu ayat didalam sebuah kitab suci.
BalasHapus"Laqod kholaqnal insaana fii ahsani taqwiim" atau.
"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam wujud yang paling bagus" (qs.95/04).
Lalu apakah sang pemilik bioskop mau, jika harus kawin dengan ular ghaib, bila tidak digelontor oleh materi yang banyak..??
Ha ha, tentu saja manusia siapapun akan menolak keras.
Bila harus kawin dengan makhluk bertampang naudzubillah.
Namun tanpa disertai dengan imbalan yang sepadan.
Walaupun bila akan berhubungan badan, makhluk ghaib tersebut akan berubah wujud menjadi seorang wanita yang cantik jelita
Karena sebelumnya telah mengetahui, bahwa pasangannya adalah benar benar berwujud ular.
Bila berbicara mengenai manusia yang bersentuhan dengan makhluk ghaib atau jin.
BalasHapusPenulis jadi ingat ada salah satu ayat yang artinya begini.
"Di dalam surga itu ada bidadari bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni surga), dan tidak pula oleh jin." (QS.55/56).
Apa? Bidadari disentuh/digauli oleh jin..??
Dan berdasar ayat diatas, apakah seorang manusia bisa juga menggauli ataupun digauli oleh jin..??
Bagaimana menurut anda...??
------------------------------
.
Konon bila manusia berhubungan dengan manusia, maka rasanya akan hangat.
BalasHapusLalu bagaimana rasanya, bila seorang manusia burhubungan badan dengan bangsa jin...??
Karena penulis tidak memiliki pengalaman mengenai hal demikian, maka silakan anda membaca pada thread yang lain ya....!!
.
Penulis akan kutip lagi ayat, yang berbunyi sebagai berikut :
BalasHapus"Walloohu jaala lakum min anfusikum azwaajan....." qs.16 (72)
Artine
"Allah menjadikan untukmu istri istri dari jenis kamu sendiri (sesama manusia)...."
Ayat diatas menjelaskan bahwa istri atau pasangan hidup kita adalah sesama bangsa manusia.
Bila hidup di zaman dahulu kala, dan mengetahui ayat seperti diatas, tentu penulis memiliki komentar.
" Ya iyalah, gak usah diomongin, tidak perlu ngajarin, semua orang juga mengetahui hal itu.
Bahwa manusia, sudah pasti kawin dengan sesama manusia.
Lalu apa istimewanya ayat quran yang berbunyi seperti itu...??"
Dan penulis tentu akan bertanya.
"Hai Muhammad, emangnya ada manusia yang kawin bukan dengan sesama manusia...??"
Misalnya dengan binatang..??
Kawin dengan tembok...??
Kawin dengan menara...??
Kawin dengan jembatan...??
Kawin dengan gedung atau bangunan...??
Atau mungkin, adakah manusia yang kawin dengan demit...??
Bila dicecar dengan berbagai pertanyaan seperti diatas, maka sudah tentu Muhammad akan gelagapan, dan tidak mungkin akan mampu menjawab.
Karena dirinya sama sekali tidak memiliki bukti kongkrit.
"Lalu bagaimana menurut pendapat para pembaca sekalian, yang hidup pada abad millenium ini, mengenai berbagai pertanyaan seperti diatas.
Apakah telah diketemukan jawaban atau bukti faktanya...??"
Silakan simpulkan masing masing saja lagi ya....!!
Atau barangkali ada yang mau membandingkan dengan ayat yang berbunyi sebagai berikut.
BalasHapus"-GAJAH...!!
-Tahukah kamu apa itu gajah...??
-Yaitu binatang yang bertubuh tambun.
-Ia mempunyai daun telinga yang lebar seperti kipas.
-Serta memiliki kaki berjumlah empat.
-Juga mempunyai belalai yang panjang. dst"
Alkisah
Dalam menyebarkan agamanya, Muhammad sering mendapat halangan ataupun penolakan dari kaumnya.
Dari secara halus, sampai dengan cara yang kasar.
Dari sekedar sindiran hingga caci maki, atau bahkan sampai diludahi.
Dan mulai dari intimidasi, sampai pelaksanaan eksekusi.
Tapi untuk kali ini, tidak akan membahas lebih lanjut mengenai hal hal yang sadis (maaf).
Penulis hanya akan mengungkap bahwa.
Untuk mengimbangi berbagai suroh yang diucapkan oleh Muhammad.
Konon musuhnya sempat juga membuat ayat.
Salah satunya berbunyi, yang arti atau maksudnya kurang lebih seperti ini.
"-GAJAH...!!
-Tahukah kamu apa itu gajah...??
-Yaitu binatang yang bertubuh tambun.
-Ia mempunyai daun telinga yang lebar seperti kipas.
-Serta memiliki kaki berjumlah empat.
-Juga mempunyai belalai yang panjang. dst"
Bila membaca ayat tandingan seperti diatas, maka penulis memiliki komentar juga.
"Kata kata seperti itu, tidak usah repot repot dijadikan sebagai ayat suci suci.
Juga tidak perlu menggurui aku.
Ungkapan seperti itu, hanya pantas untuk ngajari anak anak PAUD.
Itu baru bisa dibilang cucok...!!"
KETERANGAN :
BalasHapusSuroh GAJAH diatas adalah ayat tandingan, untuk mengimbangi salah satu surat didalam alquran.
Yaitu surat alfiil, yang berbunyi sebagai berikut.
1.Alam taro kaefa faala robbuka bi ashhaabil fiil.
2.Alam yajal kaedahum fii tadhliil.
3.Wa arsala alaihim thoeron abaabiil.
4.Tarmiihim bi hijaarotin min sijjiil.
5.Fa jaalahum ka ashfim makuul.QS(105).
Artinya
1.Tidakkah kau lihat, bagaimana yang telah dilakukan oleh Tuhanmu terhadap tentara bergajah...??
2.Bukankah Dia menjadikan siasat mereka (untuk menghancurkan kabah) telah gagal..!!
3.Itu karena Dia telah mengirim burung ababil.
4.Yang kemudian melempari mereka dengan batu yang terbakar.
5.Lalu menjadikan mereka (tentara abrahah) seperti daun yang termakan (meranggas).
Barangkali ada sebagian orang yang menganggap, bahwa membuat ayat suci, adalah suatu perkara yang mudah saja.
Tanpa harus disertai dengan keilmuan sama sekali...??
Silakan anda simpulkan sendiri sendiri saja.
-------------WASSALAM----------
.
BalasHapus.
.
.
.
.
NB
Admin hanya bercerita sesuai dengan yang dialami,Namun tidak menduga,akankah terkait dengan satu hadits.
Juga tidak terpikirkan sebelumnya,apakah kisah diatas akan ada hubungan atau tidak,dengan larangan masyarakat tertentu.
Pada mulanya sempat kecele,maksud Admin pernah tertipu info.
Yang menyebut bahwa,agar mendapat ilmu pesugihan ular,maka harus pergi ke pantai utara jawa.
Lalu naik perahu kecil untuk menuju ke sebuah pulau,
Dan di pulau itulah,si pemohon harus menjalani berbagai prosesi ritual.
Demikian bunyi satu kabar yang pernah Admin baca.
Tapi sesudah ditelusuri lebih lanjut,ternyata berita diatas tidak klop,serta tidak ada informasi lain yang mendukung.
Sepertinya si penulis telah dengan sengaja memberi kabar yang keliru.
.
.
BalasHapusAdmin menduga bahwa sang informan merasa khawatir dan enggan kecipratan dosa.
Mungkin dirinya takut bila diantara para netizen sekalian,ada yang benar benar ingin mendatangi lokasi dimaksud.
Tapi akan lain cerita,bila melakukan hal sebaliknya.
Dan maaf,bukan maksud Admin mau mengajari agar mempraktekkan.
Tapi sebagai bahan perbandingan dan tambahan pengetahuan,mengenai info mana yang lebih benar.
Admin juga tidak bersedia tanggung jawab,serta tidak siap dengan segala resiko yang terjadi dan akan menimpa kelak (Naudzubillah...).
".....kamu tidak memikul tanggung jawab akibat perbuatan mereka,dan mereka juga tidak akan diminta tanggung jawab atas perbuatanmu.....!!" QS.06/52.
Berdasar dalih diatas,mari tanggung sendiri akibat dari perbuatan masing masing pribadi saja.
-----------
Sedang yang ada kaitan dengan larangan masyarakat,seperti yang telah tersebut diatas.
Tapi sebelumnya,Admin ingin bertanya terlebih dulu.
.
.
BalasHapusPernahkah anda mendengar kabar atau mengetahui,dari berbagai pemberitaan,bahwa ada hukum tidak tertulis.
Yang apabila disebut,maka akan berbunyi kira kira seperti ini.
"DEMI MENJAGA KESELAMATAN ANDA,DILARANG MENGENAKAN PAKAIAN BERWARNA HIJAU...!!"
Yang jadi pertanyaan,dimana ada antisipasi unik semacam itu...??
Benar sekali,itu adalah aturan yang dikeluarkan oleh masyarakat,bila sedang berkunjung.
Atau terlebih lagi anda ingin berenang di pesisir pantai selatan jawa.
Sekilas hukum seperti itu terkesan sangat aneh,dan seolah olah cuma mengada ada.
Sebab banyak sekali alasan serta simpang siur informasi,tapi kurang didukung oleh data akurat.
Dan untuk kali ini,Admin coba mengkoneksi serta mengurai,alasan dibalik adanya pelarangan tersebut.
.
.
BalasHapusTapi agar nyambung dan lebih sempurna,sebelumnya Admin akan mengawali dengan suatu cerita,yang sudah ada dari sejak jaman dahulu kala.
Yang mana menurut pendapat Admin,kisah tersebut sepertinya memerlukan durasi yang panjang.
Serta jangka waktu yang lama.
Juga pada ujungnya melibatkan banyak personal,Ulangi.
Maksud Admin,kasus demikian pada akhirnya melibatkan banyak oknum.
Diantaranya satu pemimpin Malaikat beserta jajarannya,yaitu para Malaikat lainnya.
Juga akhirnya melibatkan iblis bersama kelompoknya,yaitu dari golongan jin.
Tapi kejadian yang telah disebut dalam kitab suci ada kemungkinan disingkat.
Baik durasinya ataupun siapa siapa yang terlibat di dalamnya (ini logika Admin saja).
------
Seperti yang sudah kita ketahui bersama,bahwa dalam berbagai kitab,telah tertulis.
Ketika Allah menciptakan Adam,lalu memerintahkan kepada para Malaikat.
.
.
BalasHapusMaka serta merta mereka tersungkur bersujud kepada adam,kecuali iblis,yang enggan/menolak.
Karena dirinya merasa lebih mulia dibanding adam,yang hanya tercipta dari tanah.
Dan akibatnya ialah,iblis diusir keluar dari surga.
Karena dendam,dengan dibantu oleh teman sebangsanya,yaitu si setan.
Iblis berusaha sebisa mungkin untuk menyesatkan.
Yang pada akhirnya berhasil menipu ayah adam sekaligus ibu hawa,agar melanggar larangan Allah.
Admin kutip saja artinya sebagai berikut.
"Dan keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu,dikeluarkan dari keadaan sebelumnya,lalu kami berfirman "Turunlah kamu...!!,sebagian kamu (setan) menjadi musuh bagi yang lain (manusia), dan untuk kamu berdua ada tempat kediaman di bumi beserta kesenangan hidup,sampai pada batas waktu tertentu...!!" QS.02/36.
Sesudah turun ke bumi,iblis segera membangun istana diatas air.
Mungkin letaknya berada di sekitar kawasan segitiga bermuda.
.
.
BalasHapusKonon hal seperti ini dilakukan sebab hendak meniru Allah.
Juga karena tempat tersebut adalah wilayah pertemuan antara air sejuk dan air hangat.
Dimana suasana seperti itu,konon disukai oleh makhluk ghaib.
Pula untuk memudahkan dalam memantau serta mengawasi pasukan atau anak buahnya.
Bisa berjumlah ribuan atau bahkan jutaan,yang tersebar ke seluruh penjuru bumi.
Diantaranya berada di pesisir pantai selatan jawa.
Sebab bila membangun di daratan,mungkin akan banyak penghalang.
Antara lain,untuk menghindari bentrok dengan bangsa kita.
Bila keduanya (jin dan manusia) sedang memerlukan tempat yang sama,dan waktu yang bersamaan pula.
Sebagai mana pernah terjadi di beberapa tempat di Indonesia (Mungkin).
------
Layaknya istana pada umumnya,tentu mempunyai pengawal pengawal.
Tapi tahukah anda,seperti apa sosok para penjaga istana iblis...??
Atau bisa jadi pasukan dan anak buahnya...??
Menurut sebuah riwayat,mereka berwujud ular ular.
(Mengenai hal seperti diatas,anda boleh bertanya kepada para ahli hadits).
.
BalasHapusMeski hadits tidak menyebut warna,tapi patut diduga bahwa kulit ataupun sisik ular berwarna hijau.
(Hal tersebut sesuai visual atau penglihatan mata telanjang).
Lalu bagaimana kaitan dengan larangan masyarakat...??
Jadi bila mengenakan pakaian serba hijau di pesisir pantai selatan jawa,
Dan terutama bila anda berenang disana.
Maka bisa saja terjadi dua kemungkinan;
1.DISUKAI/DESENANGI
Ya,ada kemungkinan disukai,lalu anda akan.....
Tapi mengapa,sejak kapan,serta dari mana asal mula roro kidul mengenakan warna hijau...??
Silakan buka alkitab.....
.